Setelah sekian lama berencana dan hanya rencana, akhirnya saya membuat Blog juga. Selamat datang di Blog perdana saya... Horeeeee !!!
Otak Berlari - Jari Menari
Saya yakin setiap dari kita (atau setidaknya saya dan orang-orang terdekat saya) ketika menemukan dirinya dalam keadaan sendiri - ntah sesaat sebelum tidur, ketika makan, saat mandi, mengendarai mobil, berjalan kaki, berolah raga, atau apapun aktifitasnya - minumnya teh bot... haiiissshhh hehehe bukan bukan, bukan itu. Tapi ada keadaan dimana kita akan berfikir, mempertanyakan segalanya, berbicara dengan diri sendiri, si Otak Berlari kemana-mana, menghayal dan berimajinasi. Lagi mikirin satu hal, eh tiba-tiba udah lari kemana, eh lari lagi ke mana. Kadang saya merasa "hei, apakah ada orang lain yang berfikiran seperti ini ?" atau "kira-kira klo berpikir begini bagaimana tanggapan orang ya?" atau kalo lagi pede "wah klo ini di share ke orang bakal keren nih", dan disitulah seharusnya si Jari Menari menekan tombol-tombol di keyboard (baca : kibort) menerjemahkan apa yang Otak dapat dalam pelariannya ke dalam karakter-karakter yang dimengerti manusia (atau makhluk lain yg bisa ngerti jg hehehe).
Saya klo lagi sendirian suka ngobrol-ngobrol sama si Oni - my other self, atau boleh saya sebutkan Guru pribadi saya. Kenapa saya sebut Guru pribadi ? Saya yakin, sebenarnya dalam diri kita semua suka ada bisikan-bisikan dari dalam diri kita yang tahu soal baik dan buruk, boleh dan tidak boleh, dsb. Misalnya ketika pagi hari melihat jam masih pukul 7 trus kita tidur lagi. Ada satu sisi diri anda yang berkata "hei jangan tidur lagi, ngapain kek, olah raga kek, bantu ini kek, itu kek...". Atau ketika anda melihat sampah di jalan ada bisikan kecil samar dan sangat sebentar yg berkata "ayo dipungut, buang ke tempatnya" ITU ! DIA ! Dialah guru pribadi yang tau segalanya. Sang intuisi, sang cahaya dalam diri kita, sang pencerah, "tuhan" dalam makhluk. Namun sayangnya, kita sering kali mengabaikan pesan-pesan si 'kita' yg lain itu. (turut mengakui hehehe)
Jadi keinget kata-kata almarhum Nelson Mandela :
"No one is born hating another person because of the color of his skin, or his background, or his religion. People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite."
"Tidak seorangpun lahir dengan membenci orang lain karena warna kulitnya, atau latar belakangnya, atau agamanya. Manusia pasti belajar untuk membenci, dan jika mereka bisa belajar untuk membenci, mereka pun bisa diajarkan untuk mencintai, karena cinta datang secara lebih alamiah dalam hati manusia daripada kebalikannya (kebencian)"Berdasarkan pengalaman perjalanan hidup saya sejauh ini, saya hampir berkesimpulan bahwa Tuhan (apapun kita menyebut namanya) telah meniupkan roh ke dalam tubuh fisik kita dengan menyertakan cahaya atau unsur atau bagian darinya. Menurut anda apa mungkin roh kita - yg mengandung sebagian dari unsur tuhan - membawa kebencian dan segala negativitas bersama roh ? Pernahkah anda melihat pertumbuhan bayi - balita yg secara naluriah memukul orang lain ? Atau membunuh binatang kecil jika tidak diajarkan ? Sadarilah, semua anak kecil tanpa diajari manusia lain sudah mengetahui :
Bagaimana menggenggam jari ibunya (seberapa sering kita melakukan itu sekarang?)
Bagaimana memeluk dengan hangat sesamanya (seberapa sering kita memeluk orang dewasa lain dalam persahabatan?)
Bagaimana mereka mengamati binatang2 (hingga saat ini sudah berapa banyak binatang yang kita bunuh?)
Bagaimana mereka tersenyum dengan sesamanya (sudahkah kita tersenyum dengan orang asing hari ini?)
Bagaimana mereka secara alamiah ingin saling berbagi (hal baik apa yang sudah kita bagikan ke orang lain hari ini?)
dan sebagainya...
Jika anda masih sering melakukan hal-hal tersebut diatas, SELAMAT ! naluriah anda belum hilang :)
PS : dan saya iri dengan anda :(
Setidaknya apa yg saya tuliskan diatas adalah pengalaman saya bertemu dan mengamati bayi - balita. Mungkin di lingkungan anda pengalamannya berbeda, entahlah... Tapi itulah, dari pengalaman saya, bayi - balita itu pada dasarnya sudah memiliki cinta kasih di dalam dirinya. Pun demikian dengan kita ! Tapiiiiiii... Orang dewasa (termasuk saya) sudah tercemari dengan ajaran pendidikan di rumah, sekolah, dan tempat tinggal kita. Nyalakan TV atau Radio anda, dan selamat belajar kebencian, iri hati, egoisme. Ya tentu saja ngga semua acara TV jelek siihh, tp intinya yang mau saya utarakan yaitu... di luar tubuh kita, lebih banyak dan mudah memperolah pelajaran ttg negativitas daripada pelajaran positif, cinta, dan kasih.
Sadarilah, kita terlahir dengan Guru dalam diri kita dan sudah ada pelajaran Cinta dan Kasih yg dibawa dari-Nya. Dengarkan intuisi kita, pertanyakan segalanya, berceritalah, ngobrol ama Guru dalam diri kita tentang segala informasi yang diperoleh dari luar sana. Anda yang tau apa yg terbaik buat anda...
hei hei hei Oni,.. gue cuman mau ngerayain blog baru gue kok lu dah lari kemana-mana ? -.-a
lagian orang gede ngapain bangeti sih menggenggam jari ibunya ?
Nah kan kan kan, emang apa yg salah dengan menggenggam jari ibu di usiamu skrg ? itu kamu aja yg gengsian, siapa yg ngajarin gengsi ?
waduh maap, sebaiknya gw stop disini sblum si Oni mengambil alih lagi si Otak dan memerintahkan Jari-jariku untuk menari...
Rahayu... Wassalam...
Salam Cinta dan Kasih _/\_